Dari KiKa…Nyum, Ureh, Zulfani,Noel,Hasan, Toto”Dodon”, Eka”pedet”,Jabrik dan Ferri. Foto saat latihan SAR dalam Diklatsar 95/96 di ranupane.
Dari KiKa…Nyum, Ureh, Zulfani,Noel,Hasan, Toto”Dodon”, Eka”pedet”,Jabrik dan Ferri. Foto saat latihan SAR dalam Diklatsar 95/96 di ranupane.
Aku sudah lupa dulu ceritanya gimana… yang pasti ini adalah salah satu keluarga co ce adalah anggota wigapala, Mas Abdul Rosyid dan Mbak Pinanti. Saat sekarang tinggal di Banyuwangi bagian timur Pulau Jawa.
Aku mengenalnya sebagai sosok yang penuh semangat, Percaya diri dan banyak ide untuk pembaharuan. Sekarang sukses dijalani bersama Danamon. (betul yah…he he..).
Dengan satu “NyahNyoh” kalau dibalik Nyoh Nyah akhirnya sang “Gajah” panggilan kerennya mampu mengemban amanah Tiga Putra yang dititipkan oleh ALLOH. Semoga Bahagia dan Sukses Selalu. Amin
Nah kalau ini foto tempo doeloe era 92an… waktu itu sekretariat WIGAPALA masih di lantai satu. sekarang jadi kantor. Aku masih kecil
bersama Mbak Vivin WP.90…. (sekarang dmana?), Mas Agus Duro “codass”, Mas Napoleon Tedep “di PALU” (semoga banyak rejeki….amin3x), Mas Agung “keceng” (sekarang juga dimana?)
Laki-laki itu datang ke sebuah pesta. Meskipun penampilannya tidak jauh
berbeda dengan penampilan laki-laki lain yang datang, namun kelihatannya tidak seorangpun yang tertarik padanya. Ia lalu memperhatikan seorang gadis yang dari tadi dikelilingi banyak orang. Di akhir pesta itu, ia memberanikan diri mengundang gadis itu untuk menemaninya minum kopi. Karena kelihatannya laki-laki itu menunjukkan sikap yang sopan, gadis itupun memenuhi undangannya. Mereka berdua kini duduk di sebuah warung kopi. Begitu gugupnya laki-laki itu hingga ia tidak tahu bagaimaan harus memulai sebuah percakapan.
Read the rest of this entry »
Dia masih muda… dari pengalamannya menjadi ketua Umum Wigapala dan semangat yang luar biasa untuk menjadi pengusaha, akhirnya mendirikan Liza travel. Luar biasa, keberanian dalam melangkah didukung saudara tercinta wigapala lengkaplah kesuksesannya. Ini adalah contoh Bisnis dari nol, modal dengkul, modal keberanian, berani ambil resiko yang telah diperhitungkan
Pesan khusus: Ingat kepercayaan yang diberikan Alloh, amanah sudah diberikan… rizqi telah diberikan… saatnya berbagi dengan zakat dan Qurban… semoga tambah BAROKAH. Barokalloh Amin.. amin…amin
According to UNAIDS estimates, there are now 33.2 million people living with HIV, including 2.5 million children. During 2007 some 2.5 million people became newly infected with the virus. Around half of all people who become infected with HIV do so before they are 25 and are killed by AIDS before they are 35.
Around 95% of people with HIV/AIDS live in developing nations. But HIV today is a threat to men, women and children on all continents around the world.
Started on 1st December 1988, World AIDS Day is about raising money, increasing awareness, fighting prejudice and improving education. World AIDS Day is important in reminding people that HIV has not gone away, and that there are many things still to be done.
One potency of TN-BTS is a strategic place to see sunrise. From this place, we do not only see sunrises, but also wonderful sun rising behind the landscape. This natural phenomeneon is a spectacular scenery. Other beautiful places where we can see the beauty sunrise are the peak of Penanjakan Mountain and Bromo Mountain.
To see sunrises one must arrive to TN-BTS at the midnight or early morning for visitor who are willing to sunrise from Penanjakan Mountain it is suggested to arrive there between 03.30 to 04.00 am. Instead enjoying the beauty of sunrise in the morning to day.
To other visitor who want to enjoy sun ries from Bromo mountain, it is suggested to arrive to Cemorolawang in the night or early morning, about 03.30 to 04.00 am.
Than journey is continued by riding horse or tracking a walk to Bromo mountain. On the peak of Bromo you can see sun rising process behind the beautiful hill.
After that we can see wonderful panorama around it, taking pictures, and than back to Cemorolawang.
Masihkah kita bisa hidup dengan nyaman bila disekeliling kita penuh dengan racun?
Masihkah kita bisa melihat matahari pagi saat kita bangun tidur?
Masihkah kita berteriak selamatkan lingkungan, jika kita tidak memulainya dari sekarang.
Kita pernah mengatakan diri kita adalah pecinta alam. mencintai alam adalah meng-alam-i suatu kepedulian untuk mencintai dan melestarikan alam ini. Masih beranikah kita mengatakan diri kita adalah seorang PECINTA ALAM?
Lalu apa yang bisa kita lakukan jika BUMI semakin CUEK? Bumi semakin panas ! dulu aku pernah merasakan sejuk dan dinginnya kota Malang sekitar tahun 1992. kini saat aku kembali lagi ke kota Malang…. PUANASSSS.
AYO Kita berbuat untuk ALAM ini.
Class 1: Very small rough areas, requires no maneuvering. (Skill Level: None)
Class 2: Some rough water, maybe some rocks, might require maneuvering.(Skill Level: Basic Paddling Skill)
Class 3: Whitewater, small waves, maybe a small drop, but no considerable danger. May require significant maneuvering.(Skill Level: Experienced paddling skills)
Class 4: Whitewater, medium waves, maybe rocks, maybe a considerable drop, sharp maneuvers may be needed. (Skill Level: Whitewater Experience)
Class 5: Whitewater, large waves, possibility of large rocks and hazards, possibility of a large drop, requires precise maneuvering (Skill Level: Advanced Whitewater Experience)
Class 6: Class 6 rapids are considered to be so dangerous as to be effectively unnavigable on a reliably safe basis. Rafters can expect to encounter substantial whitewater, huge waves, huge rocks and hazards, and/or substantial drops that will impart severe impacts beyond the structural capacities and impact ratings of most all rafting equipment. Traversing a Class 6 rapid has a dramatically increased likelihood of ending in serious injury or death compared to lesser classes. (Skill Level: Successful completion of a Class 6 rapid without serious injury or death is widely considered to be a matter of luck or extreme skill)
from: wikipedia, the free encyclopedia
Asia Pacific Inter Faith Youth Camp 2008
We, as the young people of Asia Pacific countries, who will inherit the earth and become the world’s future leaders, declare that:
Climate change is happening, that it is due to human activities, and that it will have significant social, economic and environmental consequences. These consequences will be unevenly distributed across geographical, social and generational boundaries, and will increase global inequality.
We, as young people, recognize addressing climate change is the challenge for our generation, and requires the action and cooperation of people from all faiths, cultures, and countries.
selengkapnya
tunas hijau.org